Minggu, 17 Agustus 2014

♣ Cetak Sendiri Kartu Digital NUPTK-mu ♣

ditulis oleh Rachmawati

Kartu Identitas NUPTK. Saat ini ada perkembangan baru dari sistem kepegawaian NUPTK melalui padamu.siap.web.id. Ada aplikasi baru yang saat ini barangkali ditunggu oleh banyak guru maupun tenaga kependidikan. Kalau dulu, sering dipusingkan dengan pemberkasan kepegawaian yang membutuhkan data NUPTK, sedangkan NUPTK tidak ada bukti fisik semacam kartu. Nah, sekarang ada kartu digital yang bisa dicetak sendiri. Kartu itu disebut Kartu Identitas NUTPK. Penasaran......?, berikut tampilannya.

Karrtu Identitas NUPTK Saya sendiri berhasil membuatnya, langkahnya cukup mudah. Dan saya yakin semua pasti bisa.

♥ Pertama-tama, tentu saja kunjungi www.padamu.siap.web.id kemudian login PTK dengan memasukkan NUPTK anda dan paswordnya.

♥ Jika login benar dan berhasil, silahkan klik menu Beranda, di bagian kiri layar anda.



stelah klik padamu ptk, akan tampil seperti ini.:

(Tampilan Bagi Tenaga Pendidik (Guru)

Ada 4 langkah untuk menyelesaikan langkah bagi tenaga Pendidik (guru)
- Langkah pertama, isi angket EDS 2014
- Langkah kedua isi menu survey Kurikulum 2013, survey ini berisi pertanyaan seputar Kurikulum 2013.

Untuk Tenga Pendidikan cukup dua langkah dengan tampilan sebagai berikut :

Tampilan Untuk Tenaga Kependidikan (Staf TU dan Pustakawan)


- Langkah ketiga cek protofolio data diri anda. Pastikan benar, jika belum, segera edit.

Unggah foto PTK Anda, pastikan File yang akan Anda unggah adalah file JPG, PNG, dan GIF dengan ukuran maksimum yang diijinkan 250 X 400 pixel. Klik tombol Unggah untuk menyimpan foto Anda. Setelah Anda berhasil meng-unggah foto PTK, Selanjutnya pada tahap tiga, Anda diminta untuk cek/memeriksa kelengkapan data rinci Anda, klik tombol Aktifkan Data seperti pada gambar. Periksa lembar portofolio Anda, klik tombol Edit kembali jika masih ada yang perlu dilengkapi, klik tombol Aktifkan jika sudah benar.

tunggu beberapa saat dan menu akan kembali seperti gambar dibawah ini, kemudian klik cetak kartu digital

- Langkah Keempat klik menu Cetak Kartu Digital NUPTK 2014. Nanti akan muncul format PDF yang berisi data diri anda. print pada menu google
Nah, sampai disini, anda sudah memiliki Kartu Identitas NUPTK. Silahkan dipotong, dilaminating dan gandakan untuk keperluan arsip.

Semoga bermanfaat.

Sabtu, 08 Maret 2014

GOLA GONG "Lingkungan yang sehat dibutuhkan untuk menyemai karakter"

- Kenangan fotoku saat di CBZ,
 Jakarta, Okt 1974
Ditulis oleh : Gola Gong

GOLA GONG Lingkungan yang sehat memang dibutuhkan untuk menyemai karakter. Maka tidak heran, jika anak-anak yang tumbuh di Yumaga rata-rata sukses dalam karirnya, kata Emak. tak ada kesuksesan dilakukan sendirian. Semua saling kait-mengait. 

Ya, lingkungan di Yumaga sangat sehat membentuk jiwa saya, yang saat itu umur 11 tahun harus diamputasi tangan. BISA ULAR DI DARAHKU 

Bada Jum'at 7 Maret 2014 tadi, saya menengok Emak. Saya menanyakan kesehatannya. Selain itu, saya ingin merekam lgi proses ketika tangan saya harus diamputasi pada Okt 1974. 

Emak sebetulnya tidak suka ditanya lagi soal itu. "Kenapa diungkit-ungkit lagi?" "Ingin dengar lebih jelas lagi dari Emak." "Kata dokter Ketut, saat diperiksa laboratorium, di darah kamu terkandung bisa ular. Dokter Ketut menanyakan, jatuhnya di mana?" Ini yang sering mengganggu saya. Sering saya ingat-ingat proses jatuh saya. Saat itu saya dan Endang yang tersisa harus melompat. Kami berdua berani melompat lebih tinggi dari pohon pete cina di rumah Aubrey Serang (Kang Ujang) di Jalan Yumaga (Yusuf Martadilaga), alun-alun Serang . Siapa lebih tinggi, ialah yang berhak jadi "Jendral Kecil". Masa kecil yang indah. Saya ingat, sebelum saya melompat dalam posisi siap, tiba-tiba ada sesuatu yang mengagetkan saya, sehingga saya terjatuh tanpa bersiap-siap lebih dulu. 

Selasa, 12 November 2013

Ikatan Emosional yang Baik Cegah Gangguan Emosi Anak

Penjelasan Dr Hidayat, Dpl, SEd, MSi. (Dosen PKhFIP dan Pascasarjana UPI) pada pertanyaan seorang ibu dalam rubrik  Feeling Fly, Fine Away Berawal di janur kuning, berakhir di bendera kuning.

Pak Hidayat Saya seorang ibu yang mempunyai putra usia 3,5 tahun dan baru masuk playgroup. Perilakunya emosional, egois, suka menolak pada nasehat kami. Anak kami juga cenderung belum mandiri melakukan kegiatan sehari-hari, seperti: makan, berpakaian, mengambil, dan menyimpan barang mainannya sendiri. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan untuk bergaul dan bermain bersama teman sebayanya, sering mengalami kesulitan untuk beradaptasi dalam sosialisasi teman sebayanya, dan mudah tersinggung.

Senin, 11 November 2013

SEDERHANANYA MEMBANGUN SEKOLAH INKLUSI

By Munif Chatib

بسم الله الرحمن الرحيم

Kata teman-teman, saya adalah orang yang selalu menyederhanakan hal yang rumit-rumit. Ya, mungkin meraka ada benarnya. Seperti judul artikel ini, SEDERHANANYA APLIKASI SEKOLAH INKLUSI. Padahal banyak orang bilang membangun sekolah inklusi adalah seperti membangun 100 sekolah sekaligus. Namun, kenapa saya mengatakan sekolah inklusi dapat diwujudkan dengan cara yang sederhana? 

Pertama: Niat membangun sekolah inklusi, “Education for All”

Ya, yang pertama adalah NIAT. Penyelenggara sekolah harus dari awal meniatkan diri untuk menjadikan sekolahnya menjadi SEKOLAH INKLUSI. Kepala sekolahnya juga harus NIAT bahwa dia bekerja memimpin sebuah sekolah yang inklusi. Juga para guru harus mempunyai NIAT mengajar dan berhadapan dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus. Nah tanpa NIAT, maka cukup sulit. Bagi saya, NIAT adalah hal yang sederhana untuk dilakukan. Benar bukan?

Senin, 04 November 2013

Mitos Autisme

Sumber : Autis Today

KELIRU: Autisme disebabkan cara pengasuhan yang salah dari orangtua

BENAR: Autisme BUKAN kondisi emosional dimana anak menjauh dari orang tuanya tetapi merupakan akibat perkembangan neurobiologist di otak dan karena itu TIDAK disebabkan oleh cara pengasuhan yang salah.

KELIRU: individu autistik tidak bisa merasakan dan menyalurkan emosi mereka, kecuali emosi marah atau senang.

BENAR: Individu autistik TIDAK kehilangan kemampuan untuk mempunyai hubungan emosional dan bisa diharapkan untuk mengembangkan kepekaan emosional seperti individu lain pada umumnya.

KELIRU: Semua individu autistik sebaiknya mengikuti terapi xxx, xxx. Kalau tidak autisme mereka akan makin parah.

BENAR: TIDAK ada satu pun terapi yang dapat dipakai untuk memperbaiki SEMUA gejala pada SEMUA individu. Penanganan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, sehingga penanganan pada setiap individu tidak dapat disama-ratakan.

KELIRU: Setiap individu autistik pasti punya kemampuan khusus yang melebihi individu lain pada umumnya.

BENAR: Individu autistik TIDAK selalu mempunyai kemampuan jenius. Mereka berkembang seperti individu lain pada umumnya, dengan kecerdasan yang bervariasi, bakat yang berbeda-beda, dan kesempatan yang tidak sama.

KELIRU: Autisme adalah sebuah penyakit mental.

BENAR: Autisme BUKAN penyakit mental dan penyandang autis TIDAK cacat mental.

Rabu, 30 Oktober 2013

Kurikulum Pembelajaran Homeschooling PrivatTerapis ke Rumah Anak ABK | Anak Berkebutuhan Khusus Mengacu Badan Standart Nasional Pendidikan (BNSP),


Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) merupakan kebijakan baru dalam bidang pendidikan.KTSP memberi kewenangan kepada sekolah dan para guru untuk mengembangkankurikulum sesuai dengan kondisi sekolah dan karakteristik anak/ siswa.

Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidkan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Prisip kebijakanKurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) ini sebenarnya menerapkan kurikulum berbasis sekolah.

Sebagaimana diketahui Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa menyusun naskah Prosedur Operasi Standar Pendidikan Inklusif di Indonesia. Dirjen memberikan kebebasan kepada masing-masing sekolah untuk menentukan kurikulum bagi anak berkebutuhan khusus.