Sabtu, 08 Maret 2014

GOLA GONG "Lingkungan yang sehat dibutuhkan untuk menyemai karakter"

- Kenangan fotoku saat di CBZ,
 Jakarta, Okt 1974
Ditulis oleh : Gola Gong

GOLA GONG Lingkungan yang sehat memang dibutuhkan untuk menyemai karakter. Maka tidak heran, jika anak-anak yang tumbuh di Yumaga rata-rata sukses dalam karirnya, kata Emak. tak ada kesuksesan dilakukan sendirian. Semua saling kait-mengait. 

Ya, lingkungan di Yumaga sangat sehat membentuk jiwa saya, yang saat itu umur 11 tahun harus diamputasi tangan. BISA ULAR DI DARAHKU 

Bada Jum'at 7 Maret 2014 tadi, saya menengok Emak. Saya menanyakan kesehatannya. Selain itu, saya ingin merekam lgi proses ketika tangan saya harus diamputasi pada Okt 1974. 

Emak sebetulnya tidak suka ditanya lagi soal itu. "Kenapa diungkit-ungkit lagi?" "Ingin dengar lebih jelas lagi dari Emak." "Kata dokter Ketut, saat diperiksa laboratorium, di darah kamu terkandung bisa ular. Dokter Ketut menanyakan, jatuhnya di mana?" Ini yang sering mengganggu saya. Sering saya ingat-ingat proses jatuh saya. Saat itu saya dan Endang yang tersisa harus melompat. Kami berdua berani melompat lebih tinggi dari pohon pete cina di rumah Aubrey Serang (Kang Ujang) di Jalan Yumaga (Yusuf Martadilaga), alun-alun Serang . Siapa lebih tinggi, ialah yang berhak jadi "Jendral Kecil". Masa kecil yang indah. Saya ingat, sebelum saya melompat dalam posisi siap, tiba-tiba ada sesuatu yang mengagetkan saya, sehingga saya terjatuh tanpa bersiap-siap lebih dulu. 
Apakah saat itu saya digigit ular pohon? Maya Rani Wulan, coba tanyaib ke Mpah Al-Bantani (Ririn Kusrin). Kayaknya Ririn ada waktu itu nyaksiin, ya. Seminggu kemudian, tangan kiri saya membusuk dan muncul gelembung-gelembung bernnah seperti ccar. Kata dokter Ketut dan dokter Togar, kalau tidak diamputsi sesikut, akan terus ke jantung. Emak meminta saya untuk tidak mengungkit-ungkit lagi cerita itu. Bapak selalu merasa bersalah jika mengingat itu, karena teledor. Tapi, itulah takdir. Tapi Emak menyuruh saya untuk bersilaturahim kepada kelurga di Komplek PDK dan sekitarnya. "Orang-orang di Komplek Guru di Yumaga itu sangat mendukung kamu secara moral. Mereka membantu membentuk karakter kamu, sehingga kamu tidak minder." Iya. kalau saja mereka menghinaku, misalnya, sebagai anak buntung, barangkali sya akan tumbuh jadi anak yang minder. Lingkungan yang sehat memang dibutuhkan untuk menyemai karakter. Maka tidak heran, jika anak-anak yang tumbuh di Yumaga rata-rata sukses dalam karirnya.

Ya, saya setuju. Teman-teman masa kecilku di Yumaga - Ririn, Endang, Ateng, Ucu, Aa Pak Madais, Adang, Riri, Maman, Awan, Deni, Kang Ujang, Ganis Supriadi, A Dede, Hendra, Ina, Nani, Daday, Lilis, Hendra, A Edi (wakil walikota Cilegon sekarang), Imam, Heru, Yudi, Wiwin, Titi, kawan-kawan di SDL 1 Serang Dadang Sodikin, @Mamun chudori dll), tmen-temen di SMPN 2 Serang, keluarga besar SPG Sering Iman Nur Rosyadi, Reni Arifin dkk). 

Emak meminta saya untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka. 'Kamu bisa seperti ini berkat mereka," kata Emak. Ya, tak ada kesuksesan dilakukan sendirian. Semua saling kait-mengait. Ya, lingkungan di Yumaga sangat sehat membentuk jiwa saya, yang saat itu umur 11 tahun harus diamputasi tangan. Terima kasih kepada semua di yumaga dan seputaran alun-alun kota Serang. Saya tahu mereka, tapi tak bisa menyebutkannya satu-persatu, saking banyaknya. Tapi, hayo ngaku, siapa yang tidak pernah berhasil mengalahkan saya badminton, hayooo? Hehehe. Tentu trimakasihku, yang terutama keluarga. Tahun kemarin ada reuni di rumah Aa Edi, sayang saya sedang traveling. semoga Aa Edi bisa menyelenggarakan reuni Yumaga lagi.(*) . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar