Selasa, 12 November 2013

Ikatan Emosional yang Baik Cegah Gangguan Emosi Anak

Penjelasan Dr Hidayat, Dpl, SEd, MSi. (Dosen PKhFIP dan Pascasarjana UPI) pada pertanyaan seorang ibu dalam rubrik  Feeling Fly, Fine Away Berawal di janur kuning, berakhir di bendera kuning.

Pak Hidayat Saya seorang ibu yang mempunyai putra usia 3,5 tahun dan baru masuk playgroup. Perilakunya emosional, egois, suka menolak pada nasehat kami. Anak kami juga cenderung belum mandiri melakukan kegiatan sehari-hari, seperti: makan, berpakaian, mengambil, dan menyimpan barang mainannya sendiri. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan untuk bergaul dan bermain bersama teman sebayanya, sering mengalami kesulitan untuk beradaptasi dalam sosialisasi teman sebayanya, dan mudah tersinggung.

Senin, 11 November 2013

SEDERHANANYA MEMBANGUN SEKOLAH INKLUSI

By Munif Chatib

بسم الله الرحمن الرحيم

Kata teman-teman, saya adalah orang yang selalu menyederhanakan hal yang rumit-rumit. Ya, mungkin meraka ada benarnya. Seperti judul artikel ini, SEDERHANANYA APLIKASI SEKOLAH INKLUSI. Padahal banyak orang bilang membangun sekolah inklusi adalah seperti membangun 100 sekolah sekaligus. Namun, kenapa saya mengatakan sekolah inklusi dapat diwujudkan dengan cara yang sederhana? 

Pertama: Niat membangun sekolah inklusi, “Education for All”

Ya, yang pertama adalah NIAT. Penyelenggara sekolah harus dari awal meniatkan diri untuk menjadikan sekolahnya menjadi SEKOLAH INKLUSI. Kepala sekolahnya juga harus NIAT bahwa dia bekerja memimpin sebuah sekolah yang inklusi. Juga para guru harus mempunyai NIAT mengajar dan berhadapan dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus. Nah tanpa NIAT, maka cukup sulit. Bagi saya, NIAT adalah hal yang sederhana untuk dilakukan. Benar bukan?

Senin, 04 November 2013

Mitos Autisme

Sumber : Autis Today

KELIRU: Autisme disebabkan cara pengasuhan yang salah dari orangtua

BENAR: Autisme BUKAN kondisi emosional dimana anak menjauh dari orang tuanya tetapi merupakan akibat perkembangan neurobiologist di otak dan karena itu TIDAK disebabkan oleh cara pengasuhan yang salah.

KELIRU: individu autistik tidak bisa merasakan dan menyalurkan emosi mereka, kecuali emosi marah atau senang.

BENAR: Individu autistik TIDAK kehilangan kemampuan untuk mempunyai hubungan emosional dan bisa diharapkan untuk mengembangkan kepekaan emosional seperti individu lain pada umumnya.

KELIRU: Semua individu autistik sebaiknya mengikuti terapi xxx, xxx. Kalau tidak autisme mereka akan makin parah.

BENAR: TIDAK ada satu pun terapi yang dapat dipakai untuk memperbaiki SEMUA gejala pada SEMUA individu. Penanganan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, sehingga penanganan pada setiap individu tidak dapat disama-ratakan.

KELIRU: Setiap individu autistik pasti punya kemampuan khusus yang melebihi individu lain pada umumnya.

BENAR: Individu autistik TIDAK selalu mempunyai kemampuan jenius. Mereka berkembang seperti individu lain pada umumnya, dengan kecerdasan yang bervariasi, bakat yang berbeda-beda, dan kesempatan yang tidak sama.

KELIRU: Autisme adalah sebuah penyakit mental.

BENAR: Autisme BUKAN penyakit mental dan penyandang autis TIDAK cacat mental.